Sunday, September 3, 2023

Walker's Story #2

       Melakukan perjalanan Backpacker sendirian dalam waktu lama dengan berkunjung kebeberapa tempat/destinasi yang jarang dikujungi banyak orang sangatlah tidak mudah untuk dilakukan, tapi inilah saya "walker's Story".

*Perjalanan Bengkulu-Tangerang (792 KM)
      Kala itu 2 minggu berlalu sudah aku menetap di Provinsi Bengkulu, pada paginya panggilan hp berdering yang menunjukkan panggilan tersebut berasal dari orang yang sebelumnya pernah kami temani mendaki Gunung Marapi, Om Budy. Om budy mengatakan untuk mengajakku mendaki ke salasatu lokasi yang pernah mendapatkan tragedi kecelakaan Pesawat pada tahun 2012 Silam yang berlokasi di Kab. Bogor dan diberi nama dengan sebutan "Lembah Sukhoi".

       Setelah melakukan panggilan tersebut, tanpa berfikir panjang saya menerima ajakan Om Budy dan menentukan jadwal Keberangkatan pada tanggal 24 Maret 2021. Waktu yang diperlukan untuk sampai pada rumah kediaman Om Budy memakan waktu hingga 16 jam (terhitung penyebrangan jika lancar) dengan jarak tempuh 792 KM (meggunakan perkiraan Maps).

       Berangkat dari Bengkulu pada tanggal 24 Maret menggunakan mobil Travel/penumpang, dengan dimakannya waktu (-+) 12 Jam untuk sampai dipelabuhan terakhir Sumatera sebelum memasuki pulau jawa dan dimakannya waktu penyebrangan 1 Jam 30 Menit hingga sampai di pelabuhan pertama di  Pulau Jawa yaitu "Pelabuhan Merak". "Pelabuhan Merak merupakan pelabuhan komersial yang siapa saja bisa menyebranginya karena pelabuhan tersebut adalah pelabuhan terdekat dari pelabuhan Bakauhueni (pulau Sumatra)".

         Singkat Cerita, perjalanan ke tangerang tiba pada tanggal 25 Maret tepat pada siang hari dan langsung dijemput dengan sahabat saya Topan yang saya kenal sewaktu di Bukit tinggi (kebetulan beliau bekerja dengan Om Budy). berbincang singkat dimalam kedua di tangerang hingga waktunya membahas sedikit seputaran lokasi pendakian Lembah Sukhoi hingga larut malam. Ajakan ini bukanlah ajakan biasa melainkan sebagai tempat untuk menambah keuangan dalam perjalanan karena Om Budy mengajakku sekaligus membiayai uang transportasi dari Bengkulu, agar dibantu untuk menjadi porter baginya maupun anaknya. 
 
          Dengan ditemani Guide lokal dari komunitas Terabas Bogor, pendakian dilakukan dengan 3 orang lokal Guide dari komunitas Terabas , 2 kameramen, 2 porter, dan 2 orang peran utama yaitu Om budy dan Amanda (anak pertama). tidak banyak yang harus diceritakan sewaktu pendakian kala itu karena adanya hasil video dapat menggambarkan penuh cerita sewaktu pendakian tesebut. dapat dilihat pada Instagram Amanda https://www.instagram.com/p/COpRPhVHFP2/?utm_source=ig_web_copy_link&igshid=MzRlODBiNWFlZA== .

          singkatnya, selesai pendakian Lembah Sukhoi yang cukup melelahkan aku kembali mengatur jadwal untuk dilakukannya perpindahan lokasi dari kediaman Om Budy menuju Bogor Parung Panjang (rumah kediaman teman-teman baruku) ya walaupun jaraknya tidak begitu jauh, sekitar 30 menit paling lama. Bengkulu-tangerang-Bogor, pada perjalanan ini aku sendiri menghabiskan waktu sekitar 3 minggu terhitung pada keberangkatan dari bengkulu, mendaki, hingga menetap yang cukup lama di Bogor sampai pada akhirnya aku kembali melanjutkan perjalanan menuju Cirebon-surabaya-makassar pada minggu ke-3 bulan 4 2021. Bersambung...

         

No comments:

Post a Comment

365 hari mengabdi akan Karimun

 13 Maret, 2026  KEPUTUSAN          Hai... aku Yogi tapi kali ini sebut aja selalu dengan panggilan " Walker's ". Yess... karn...