Thursday, March 12, 2026

365 hari mengabdi akan Karimun

 13 Maret, 2026 

KEPUTUSAN

        Hai... aku Yogi tapi kali ini sebut aja selalu dengan panggilan "Walker's". Yess... karna semua yang terjadi tetaplah bagian dari perjalanan fokusnya kehidupan, iyakan?. 

         beberapa bulan sebelum semuanya terjadi, aku mengalami banyak kekeliruan tentang keputusan banyak yang diambil. Layaknya manusia lainnya yang menganggap semua bisa terlaksana secara bersamaan, walker's pun beranggapan keputusan yang sama waktu itu. tapi tak masalah, banyak orang pintar mengatakan bahwa "setiap hasil yang baik, memiliki banyak pengalaman yang buruk juga". Bulan November adalah awal Walker's menginjakkan kaki diranah Kalind, Kalinda ini adalah sebuah toko Bakery & homestay yang dibangun dari nol oleh owner Ika Kusumawati yang dimana aku bertemu beliau pertama kali di Ambon saat hendak berpindah ke Banda Neira pada bulan 05 Sept 2025, kebetulan kita satu kapal. Dan yes, beliau membangun sebuah usaha Bakery & Homestay di Karimun sejak 2019 pertama kali dibangun dan pertama sekali buka diawal tahun 2020 bersamaan pandemi corona masuk ke Indo. 

        entah kenapa banyak sekali kata-kata dari pepatah yang semuanya masuk akal setelah dilalui oleh waktu, contoh nyata yang terjadi sekarang. Siapa yang sangka bahwa Karimun menjadi pilihan akhir saat plan-plan besar tentang timur itu dititik akhir yang gadapat terselamatkan jika dilakukan oleh diri sediri, waktu itu Travel adalah pendapatan utama Walker's dan menjadi pemandu adalah bagian dari pekerjaan yang dilakukannya. Walker's pernah dititik akhir saat diri berharap akan berkembangnya diri dan menjadi makmur ditempat yang dianggapnya rumah ke-2. Oktober menjadi bulan keputusan, saat sekeliling memandang sebelah mata diri yang beranggapan bahwa diri adalah benalu untuk sebuah tempat yang dianggapnya rumah itu. Well ini tak jadi masalah, karna semuanya telah berlalu. Jalan Tuhan memang hebat, Ia mempertemukan banyak jalan walau kita sendiri menganggapnya mustahil dapat dilakukan, karna sejatinya Karimun bukanlah yang tergambar dari master plan yang Walker's bangun, bahkan sekarang master plan itu hilang seketika ketika aku mengambil pilihan ini.

        11 November, pertama kali menginjakkan kaki di Semarang untuk menemui ka Ika yang menjadi atasanku sekarang. yes, aku mengambil tawaran beliau. Waktu itu Valounteer adalah posisi yang tepat untuk posisiku kemarin, perbantuan di Kalinda dengan posisi rahasia yaitu menjadi Intel untuk manager pada masa itu. waktuku tak begitu lama, 11 November - 14 November waktu dimana aku diminta owner menikmati alam di kota Semarang. Sementara tanggal 14 Nov, keberangkatanku dengan owner ke Karimun sekaligus cek berkala usahanya & jalan-jalan juga sih. setibanya di Karimun, layaknya tempat baru, Owner memperkenalkan diri ini pada orang-orang hebat yang dianggapnya saudara dan itu nyata. karakter beliau ada layaknya orang sukses yang ga pelit akan Ilmu ataupun relasi, semuanya dilakukan apapun itu yang dianggapnya baik. dari sini sudah pasti ketemu, alasan aku mengambil langkah yang sekarang. 

           14 November, hari pertama dan menjadi hari yang berat beserta badan-badannya.Walker's demam tinggi dimalam pertama & 2 malam setelahnya perlahan membaik, walau lidah tak dapat mengecap rasa makanan & lambung seakan merajuk pada makanan yang hendak ditelan.but, itu adalah awal entahlah akan kode diterimanya diri di Karimun atau ucapan selamat datang dari alam. Tapi, menurut langkah yang kulakukan beberapa hari di Semarang itu menjadi wajar kalau aku sakit hari pertama di Karimun. Karna kebiasaan ditempat baru adalah memanfaatkan waktu seminim mungkin untuk keluar memposisikan diri ditempat baru walau dalam keadaan hujan deras sekalipun. Setelah sakit, diri ini kembali normal & beraktivitas seperti sedia kala. hihihi...

        14 Nov - 06 Jan 2026, totalan waktu yang aku jalani selama di Karimun. 53 hari adalah waktu yang kuhabiskan untuk mengenal Kalinda & Karimun tahap I, mengambil banyak Ilmu dan Ide untuk memposisikan diri pada tahapan selanjutnya. banyak hal yang dilakukan, apalagi saat diri ini tiba diwaktu awal kedatangan di Kalinda yang seakan memberi Isyarat untuk merapikan yang ada tentang management & lebih tepatnya tentang kerapihan yang ada saat itu. yes,,, segalanya nyambi aku lakukan. Dan entah kenapa aku senang melakukannya, di Kalinda Homey ini. 

        Lanjut di Hal. setelahnya perjalanan 06 Jan - 17 Jan, waktu untuk explore tempat baru di Jawa Barat.

Sunday, September 3, 2023

Walker's Story #2

       Melakukan perjalanan Backpacker sendirian dalam waktu lama dengan berkunjung kebeberapa tempat/destinasi yang jarang dikujungi banyak orang sangatlah tidak mudah untuk dilakukan, tapi inilah saya "walker's Story".

*Perjalanan Bengkulu-Tangerang (792 KM)
      Kala itu 2 minggu berlalu sudah aku menetap di Provinsi Bengkulu, pada paginya panggilan hp berdering yang menunjukkan panggilan tersebut berasal dari orang yang sebelumnya pernah kami temani mendaki Gunung Marapi, Om Budy. Om budy mengatakan untuk mengajakku mendaki ke salasatu lokasi yang pernah mendapatkan tragedi kecelakaan Pesawat pada tahun 2012 Silam yang berlokasi di Kab. Bogor dan diberi nama dengan sebutan "Lembah Sukhoi".

       Setelah melakukan panggilan tersebut, tanpa berfikir panjang saya menerima ajakan Om Budy dan menentukan jadwal Keberangkatan pada tanggal 24 Maret 2021. Waktu yang diperlukan untuk sampai pada rumah kediaman Om Budy memakan waktu hingga 16 jam (terhitung penyebrangan jika lancar) dengan jarak tempuh 792 KM (meggunakan perkiraan Maps).

       Berangkat dari Bengkulu pada tanggal 24 Maret menggunakan mobil Travel/penumpang, dengan dimakannya waktu (-+) 12 Jam untuk sampai dipelabuhan terakhir Sumatera sebelum memasuki pulau jawa dan dimakannya waktu penyebrangan 1 Jam 30 Menit hingga sampai di pelabuhan pertama di  Pulau Jawa yaitu "Pelabuhan Merak". "Pelabuhan Merak merupakan pelabuhan komersial yang siapa saja bisa menyebranginya karena pelabuhan tersebut adalah pelabuhan terdekat dari pelabuhan Bakauhueni (pulau Sumatra)".

         Singkat Cerita, perjalanan ke tangerang tiba pada tanggal 25 Maret tepat pada siang hari dan langsung dijemput dengan sahabat saya Topan yang saya kenal sewaktu di Bukit tinggi (kebetulan beliau bekerja dengan Om Budy). berbincang singkat dimalam kedua di tangerang hingga waktunya membahas sedikit seputaran lokasi pendakian Lembah Sukhoi hingga larut malam. Ajakan ini bukanlah ajakan biasa melainkan sebagai tempat untuk menambah keuangan dalam perjalanan karena Om Budy mengajakku sekaligus membiayai uang transportasi dari Bengkulu, agar dibantu untuk menjadi porter baginya maupun anaknya. 
 
          Dengan ditemani Guide lokal dari komunitas Terabas Bogor, pendakian dilakukan dengan 3 orang lokal Guide dari komunitas Terabas , 2 kameramen, 2 porter, dan 2 orang peran utama yaitu Om budy dan Amanda (anak pertama). tidak banyak yang harus diceritakan sewaktu pendakian kala itu karena adanya hasil video dapat menggambarkan penuh cerita sewaktu pendakian tesebut. dapat dilihat pada Instagram Amanda https://www.instagram.com/p/COpRPhVHFP2/?utm_source=ig_web_copy_link&igshid=MzRlODBiNWFlZA== .

          singkatnya, selesai pendakian Lembah Sukhoi yang cukup melelahkan aku kembali mengatur jadwal untuk dilakukannya perpindahan lokasi dari kediaman Om Budy menuju Bogor Parung Panjang (rumah kediaman teman-teman baruku) ya walaupun jaraknya tidak begitu jauh, sekitar 30 menit paling lama. Bengkulu-tangerang-Bogor, pada perjalanan ini aku sendiri menghabiskan waktu sekitar 3 minggu terhitung pada keberangkatan dari bengkulu, mendaki, hingga menetap yang cukup lama di Bogor sampai pada akhirnya aku kembali melanjutkan perjalanan menuju Cirebon-surabaya-makassar pada minggu ke-3 bulan 4 2021. Bersambung...

         

Wednesday, July 6, 2022

Walker's Story #1

Selasa, 02 Maret 2021 

Awal Perjalanan (Medan-Bengkulu) 1.390KM 

Nama aku Yogi, aku lahir hingga besar di kota kelahiranku yaitu Medan. Perjalanan ini adalah awal dari segalanya hingga terbentuk karakter yang sekarang aku rasakan. Hal baru, tempat yang belum pernah di tempuh bagiku, bahkan lamanya waktu perjalanan, akan dirasakan saat aku melakukan perjalanan ini nantinya. Aku membuat cerita ini untuk dibaca dan diketaui banyak orang yang mungkin bisa diambil pelajaran dari perjalanan ini. 

          Foto bersama keluarga 02/03/2022 

Pada tanggal 02 Maret 2022 adalah hari dimana perjalanan dimulai, Tepat hari selasa pukul 09.00 WIB, aku diantarkan oleh keluarga ke Terminal Amplas yang jaraknya sekitar 10-15 KM dari lokasi tempat aku tinggal. Aku dan Keluarga menggunakan kendaraan roda 2 (sepeda motor) untuk bisa sampai dilokasi tempat aku berpisah dengan keluarga untuk waktu yang cukup lama. 

Walau sedikit terlambat pada akhirnya kami tiba di Teriminal. Saat itu perpisahan singkat dengan keluarga yang menghantarkan diriku, diantaranya ada Mama, Tante, Nanguda(istri dari adik bapak). Sebelum berpisah aku masih ingat dengan pesan yang mereka lontarkan kepadaku, yang berkata "Hati-hati dijalan nak dan disetiap tempat yang kamu kunjungi, jaga tata krama dan sehat-sehat dikampung orang", kata-kata tersebut menjadi pondasi awal untuk pribadi dalam awal hingga akhir nantinya perjalanan ini. 

Setelah sekitar 1 Jam'an menunggu, akhirnya bus yang akan membawa, kami berangkat menuju Provinsi Bengkulu dengan jarak yang ditempuh sekitar 1.390 KM. Bengkulu menjadi Provinsi pertama untuk dikunjungi, sekaligus aku gunakan sebagai titik awal untuk membuat rute perjalanan kedepannya dan tempat untuk aku bertemu lagi dengan teman-teman yang sebelumnya pernah aku temui di Bengkulu. 

2 Hari 2 Malam berlalu, di tanggal 04 Maret 2021, bus yang membawa kami tiba dan tidak butuh waktu lama aku dijemput sekitar pukul 01.00 WIB, oleh 2 orang teman yang mempunyai nama Acen & Marsel. Acen & Marsel adalah manusia yang akan membantu serta senantiasa menemani aku selama di Bengkulu.

                  foto bersama Acen & Ega 

Jarak dari lokasi pemberhentian bus di Bengkulu kerumah keluarga Marcel hanya sekitar 2-5 Menit. Sesampainya dirumah Marsel aku segera meletakkan barang bawaan aku dan membersihkan badan sebelum akhirnya aku ber-istirahat. 

Beberapa hari berlalu, setelah berlama² menikmati hidup di Bengkulu, salasatu teman yang mempunyai nama panggilan Mon (aku menyebutnya Tulang), mengajakku untuk backpacker'an ke Lebong dalam waktu beberapa hari. 

Perjalanan ke Lebong dan kedaerah lainnya akan dilewati hingga berlanjut ketika aku berada di Pulau Jawa. Ini hanya sepenggal cerita untuk awal memulai menceritakan perjalanan. Bersambung...



365 hari mengabdi akan Karimun

 13 Maret, 2026  KEPUTUSAN          Hai... aku Yogi tapi kali ini sebut aja selalu dengan panggilan " Walker's ". Yess... karn...